Desain Pemodelan Grafik
Oleh
: Ariya Sacca Utama
NPM
/ Kelas : 57417231 / 3IA23
I. Sejarah & Evolusi
Kronologi Desain Grafis
Sejarah awal
Pelacakan
perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan
manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud
gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena
gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam
(flora, fauna,landscape dan lain-lain). Tulisan/ aksara merupakan hasil
konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks
dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai
menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan
coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya
seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.
Lambang/ aksara sebagai alat komunikasi diawali oleh bangsa Punesia (+ 1000 tahun SM), yang saat itu menggunakan bentuk 22 huruf. Kemudian disempurnakan oleh bangsa Yunani (+ 400 tahun SM) antara lain dengan mengubah 5 huruf menjadi huruf hidup. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya bangsa Romawi menetapkan alfabet dari Yunani tersebut menjadi 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Lambang/ aksara sebagai alat komunikasi diawali oleh bangsa Punesia (+ 1000 tahun SM), yang saat itu menggunakan bentuk 22 huruf. Kemudian disempurnakan oleh bangsa Yunani (+ 400 tahun SM) antara lain dengan mengubah 5 huruf menjadi huruf hidup. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya bangsa Romawi menetapkan alfabet dari Yunani tersebut menjadi 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Ketika
perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku
menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum
ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan.
Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna
memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat
serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf
Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal
dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena
ketipis-tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan
keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat dituliskan
dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.
Sejarah Perkembangan
(1398-1468)
Penemuan
teknologi mesin cetak tahun 1447, menyerupai desain Rhineland(Jerman) untuk
menghasilkan anggur. merupakan penemuan revolusioner untuk memproduksi buku
secara massal dan low cost.
(1851)
The
Great Exhibition - Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga
Oktober 1851,pada saat Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya
dan industri serta merayakan teknologi industri dan disain, dalam bangunan yang
disebut dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton.
(1892)
Aristide
Bruant, Toulouse-Lautrec
Pelukis
post-Impressionist dan ilustrator art nouveau Prancis, Henri Toulouse-Lautrec
melukiskan banyak sisi Paris pada abad ke sembilan belas dalam poster dan
lukisan yang menyatakan sebuah simpati terhadap ras manusia.
(1910)
Modernisme
- Symbol terkuat dari kejayan modernisme adalah mesin yang juga diartikan
sebagai masa depan bagi para pengikutnya. Desain tanpa dekorasi lebih cocok
dengan ´bahasa mesin´, sehingga karya-karya tradisi yang bersifat ornamental
dan dekoratif dianggap tidak sesuai dengan ´estetika mesin´.
(1916)
Dadaisme
- Dadaism membawa gagasan baru, arah dan bahan, tetapi dengan sedikit
keseragaman. Prinsipnya adalah ketidakrasionalan yang disengaja, sifat yang
sinis dan anarki, dan penolakan terhadap hukum keindahan.
(1916)
De
Stijl - De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan
sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl
menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan
menggunakan komposisi asimetris
(1918)
Constructivism
- Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang
ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris.
Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan
huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris.
(1919)
Bauhaus
- dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius.
Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan
segar untuk mendisain mengikuti Perang Dunia Pertama, dengan suatu gaya yang
dipusatkan pada fungsi bukannya hiasan.
(1928-1930)
Gill
Sans - Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston dan memperhalus tipe
huruf Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans adalah sebuah jenis huruf sans
serif dengan proporsi klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai yang
memberinya suatu kemampuan beraneka ragam (great versatility).
(1931)
Harry
Beck - Perancang grafis Harry Back ( 1903-1974) menciptakan peta bawah tanah
London (London Underground Map) pada tahun 1931. Sebuah pekerjaan abstrak yang
mengandung sedikit hubungan ke skala fisik. Beck memusatkan pada kebutuhan
pengguna dari bagaimana cara sampai dari satu stasiun ke stasiun yang lain dan
di mana harus berganti kereta.
(1950s)
International
Style - didasarkan pada prinsip revolusioner tahun 1920an seperti De Stijl,
Bauhaus dan Neue Typography, dan itu menjadi resmi pada tahun 1950an. Grid,
prinsip matematika, sedikit dekorasi dan jenis huruf sans serif menjadi aturan
sebagaimana tipografi ditingkatkan untuk lebih menunjukkan fungsi universal
daripada ungkapan pribadi.
(1951)
Helvetica
- Diciptakan oleh Max Miedinger seorang perancang dari Swiss, Helvetica adalah
salah satu tipe huruf yang paling populer dan terkenal di dunia. Berpenampilan
bersih, tanpa garis-garis tak masuk akal berdasarkan pada huruf
Akzidenz-Grotesk. Pada awalnya disebut Hass Grostesk, nama tersebut diubah
menjadi Helvetica pada tahun 1960. Helvetica keluarga mempunyai 34 model
ketebalan dan Neue Helvetica mempunyai 51 model.
(1960)
Psychedelia
and Pop Art - Kultur yang populer pada tahun 1960an seperti musik, seni, disain
dan literatur menjadi lebih mudah diakses dan merefleksikan kehidupan
sehari-hari. Dengan sengaja dan jelas, Pop Art berkembang sebagai sebuah reaksi
perlawanan terhadap seni abstrak. Gambar dibawah adalah sebuah poster karya
Milton Glaser yang menonjolkan gaya siluet Marcel Duchamp dikombinasikan dengan
kaligrafi melingkar. Di cetak lebih dari 6 juta eksemplar.
(1984)
Émigré
- Majalah disain grafis Amerika, Émigré adalah publikasi pertama untuk
menggunakan komputer Macintosh, dan mempengaruhi perancang grafis untuk beralih
ke desktop publishing ( DTP). Majalah ini juga bertindak sebagai suatu forum
untuk eksperimen tipografi.
II. Prinsip Dasar Desain
Prinsip
desain terdiri atas lima yaitu keseimbangan (balance), kesatuan (unity), ritme
(rhytm), penekanan (emphasis), dan proporsi.
1.
Keseimbangan (balance)
Sesuai
namanya keseimbangan di sini berarti keseluruhan komponen-komponen desain harus
tampil seimbang. Tidak berat sebelah. Desainer harus memadukan keseimbangan
antara tulisan, warna, atau pun gambar sehingga tidak muncul kesan berat
sebelah. Ada dua pangkal pokok yang dipakai dalam menerapkan keseimbangan,
yaitu keseimbangan simetris dan asimetris. Di mana simetris berdasarkan
pengukuran dari pusat yang menyebar ke arah sisi dan kanan. Sedangkan asimetris
berarti pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap halaman,
2.
Kesatuan (unity)
Kesatuan
dalam prinsip desain grafis adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau
keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Dengan prinsip kesatuan
dapat membantu semua elemen menjadi sebuah kepaduan dan menghasilkan tema yang
kuat, serta mengakibatkan sebuah hubungan yang saling mengikat. Karena penting
adanya menyuguhkan klien sebuah desain yang mengandung arti yang kuat sesuai
dengan tema yang diminta.
3.
Ritme (rhythm)
Ritme
adalah pembuatan desain dengan prinsip yang menyatukan irama. Bisa juga berarti
pengulangan atau variasi dari komponen-komponen desain grafis. Irama dihasilkan
oleh unsur-unsur yang berbeda dengan pola yang berirama dan unsur serupa serta
konsistensi. Jenis irama meliputi regular, mengalir(flowing), dan prosesif atau
gradual.
4.
Penekanan (emphasis)
Dalam
setiap bentuk desain ada hal yang perlu ditonjolkan lebih dari yang lain.
Tujuan utama dari penekanan ini adalah untuk mewujudkan hal itu sehingga dapat
mengarahkan pandangan khalayak sehingga apa yang mau disampaikan tersalur. Tapi
yang perlu diingat adalah tidak semua elemen harus ditonjolkan karena bila itu
terjadi, desain akan berakhir terlalu ramai dan pensan tidak dapat disampaikan.
5.
Proporsi
Proporsi
merupakan hubungan perbandingan antara bagian dengan bagian lain atau bagian
dengan elemen keseluruhan. Dapat diartikan pula sebagai perubuhan ukuran/size
tanpa perubahan ukuran panjang, lebar, atau tinggi, sehingga gambar dengan
perubahan proporsi sering terlihat distorsi.
Nah, itu
prinsip-prinsip desain yang harus dipahami serta diterapkan dalam pembuatannya.
Jangan sampai kalian yang calon desainer salah lagi ya. Untuk
memperdalam skill kamu supaya makin kece, IDS |International Design School
membuka sekolah desain yang akan menjadikanmu next professional
designer!
III. Profesi dalam
Bidang Ilmu Desain Grafis
Berikut adalah 10
Prodesi dalam bidang Ilmu Desain Grafis :
1.
Profesi
Lulusan Desain: Ilustrator
Sesuai dengan
namanya, illustrator bertugas untuk menjelaskan atau menyampaikan
sebuah komunikasi/pesan dalam bentuk visual agar bisa menarik dan dimengerti
audiens. Ilustrasi juga banyak bentuk dan mediumnya, contohnya iklan poster,
desain majalah, cover buku atau novel, dan masih banyak lagi.
Banyak illustrator yang juga bekerja secara independen, atau paruh
waktu mengerjakan proyek-proyek dan tidak terikat sebagai pekerja full
time sebuah perusahaan.
2.
Profesi
Lulusan Desain: Graphic Designer (Perancang Grafis)
Sebenarnya graphic
designer tidak jauh berbeda dengan illustrator, bahkan di banyak
perusahaan keduanya digabung menjadi satu. Umumnya, graphic
designer banyak ditemui di perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri
kreatif, seperti brand/digital agency, media massa, dan masih banyak lagi.
Tugas seorang graphic designer adalah memvisualisasikan komunikasi
atau pesan dari perusahaan atau klien.
3.
Profesi
Lulusan Desain: Interior Designer (Perancang interior)
Pekerjaan bagi
para lulusan desain interior, pastinya tidak jauh dari mendesain sebuah
ruangan. Bukan cuma harus mendesain sebuah ruangan menjadi menarik dari sisi
estetika, tapi para desainer interior juga harus bisa mendesain ruangan agar
memiliki nilai fungsional dan sesuai dengan kebutuhan. Pekerjaan desain interior
biasanya juga berkaitan erat dengan arsitek.
4.
Profesi
Lulusan Desain: Fashion Designer (Perancang Busana)
Buat Quipperian
yang tertarik dengan bidang fashion, kesempatan menjadi
seorang fashion designer terbuka lebar untuk kamu.
Banyak banget desainer-desainer muda Indonesia yang bisa berprestasi
dan menembus kancah internasional dan bisa jadi kamu akan menjadi yang
selanjutnya.
Untuk menjadi
seorang fashion designer, kamu bisa melanjutkan pendidikan di sekolah
mode, tapi tidak menutup kemungkinan jika kamu ingin mengikuti kursus atau
pelatihan khusus yang banyak diselenggarakan juga oleh
sekolah fashion maupun tokoh-tokoh dalam bidang fashion.
5.
Profesi
Lulusan Desain: Art/Creative Director
Seorang art atau creative
director biasanya membawahi beberapa bidang. Seorang art/creative
director banyak ditemui di industri pertelevisian, periklanan, dan
industri kreatif lainnya. Ia bertanggung jawab untuk mengarahkan sebuah tim
yang terdiri dari desainer grafis, penulis, videographer, fashion stylist,
dan lain sebagainya yang berhubungan untuk membuat sebuah program, iklan,
ataupun strategi pemasaran.
6.
Profesi
Lulusan Desain: Product Designer (Perancang Produk)
Pernahkah kamu
melihat sebuah produk yang memiliki kemasan menarik dan unik? Atau bentuk serta
desain yang lucu sehinga membuat kamu ingin membeli suatu barang? Nah, semua
itu adalah hasil dari para product designer.
Tugas desainer
produk bukan cuma mendesain sebuah produk sedemikian rupa hingga berguna untuk
banyak orang, tapi juga bagaimana produk tersebut laku di pasaran dan memiliki
nilai estetika. Product designer juga dituntut untuk selalu mengolah
ide-ide baru yang belum ada dan beda dari sebelumnya.
7.
Profesi
Lulusan Desain: UI/UX Designer
Sekarang ini
banyak banget perusahaan digital yang membuka layanannya lewat aplikasi atau
web. Demi kenyamanan pelanggan, aplikasi atau web itu harus didesain dengan
baik. Tak hanya dari segi estetikanya saja tetapi juga dari segi fungsi,
interaksi, dan penggunaan. Karena itulah, seorang desainer user
interface/user experience sangat dibutuhkan. Kamu bakal bekerja merancang
sebuah aplikasi, menentukan di mana suatu tombol menu harus ditaruh, warna apa
yang membuat nyaman pembaca, dan bagaimana alur kerja aplikasi saat digunakan
oleh pengguna. Desainer UI/UX bakal dibutuhkan di
perusahaan e-commerce.
8.
Profesi
Lulusan Desain: Game Desainer
Tentu kamu sering
bermain games dong? Nah, game itu selalu banyak mengandung
animasi. Entah itu berupa 2D atau 3D. Di sinilah potensi desainmu dibutuhkan.
Sebuah game tak cuma perlu seorang programmer saja, tetapi
juga desainer. Kamu bakal bekerja merancang karakter games, membuat
latar tempat games, hingga mendesain senjata yang akan dipakai pemain.
9.
Profesi
Lulusan Desain: Komikus
Salah satu bidang
pekerjaan menyenangkan yang juga bisa digeluti para lulusan desain adalah
menjadi seorang komikus. Kalau kamu hobi menggambar, sekaligus punya ide-ide
cerita menarik, jangan ragu untuk menuangkan kreativitasmu dalam bentuk komik.
Siapa tahu komikmu bisa diminati banyak penggemar dan bisa dijual melalui
online seperti webtoon atau bahkan dicetak dalam bentuk fisik.
10. Profesi Lulusan
Desain: Animator
Animator adalah seniman
yang menciptakan berbagai ragam gambar yang akan membentuk ilusi seolah-olah
bergerak pada saat ditayangkan dengan cepat yang disebut dengan frame. Mereka
adalah orang-orang di balik film-film box office yang menampilkan
efek CGI (Computer-Generated Imagery) yang keren dan tampak seperti
asli. Animator dapat bekerja dalam berbagai bidang seperti film,
televisi, video game, dan Internet.
11. Web
Design
Saat
ini, profesi sebagai seorang web design tengah menjadi tren di Indonesia karena
jenjang karirnya yang menggiurkan. Jika anda juga tertarik dengan
per-website-an, maka anda perlu membekali diri dengan kemampuan photoshop,
ilustrator, html/css, serta jenis kode yang lainnya. Sehari-hari pekerjaan anda
akan berhubungan dengan website dan internet, serta pemasaran online jika
diperlukan. Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan web designer ini
diperlukan oleh hampir semua perusahaan di berbagai sektor. Namun agar karir
anda terus meningkat, kami menyarankan pilihlah perusahaan di sektor teknologi.
12. Photography
Apapun latar belakang ilmu grafis yang anda pelajari, anda
bisa berkerja sebagai seorang fotografer. Hal ini tidak terlepas dari
keseharian desainer grafis yang selalu berhubungan dengan foto dan
peralatannya. Meskipun begitu, dengan mempelajari ilmu fotografi secara serius,
anda dapat menghasilkan foto dengan kualitas lebih tinggi meliputi warna,
fokus, komposisi, cahaya, dan lain-lain. Selain bekerja di perusahaan media,
seorang fotografer juga bisa mendirikan usaha fotografi dan digital agency.
13. Illustration
Menjadi seorang ilustrator tidak jauh berbeda dengan
pekerjaan desain grafis lainnya. Yang membedakan adalah anda membutuhkan waktu
yang cukup banyak untuk memperoleh inspirasi yang baru. Banyak orang yang
mengira pekerjaan di semua bidang desain grafis itu sama saja. Faktanya,
seorang ilustrator harus mampu menemukan ide-ide fresh dan unik untuk
mendapatkan hasil yang luar biasa. Keahlian ini biasanya dibutuhkan oleh
perusahaan periklanan, website, dan sebagainya.
14. 3D
Design/Animation
Desainer animasi bertugas di dalam pembuatan video game dan
film-film berjenis animasi. Butuh keahlian menggambar tinggi tinggi dan
imajinasi yang sangat kuat untuk bekerja di bidang ini. Beberapa program
komputer yang harus dikuasai oleh seorang animator antara lain After Effects,
Maya, 3D Max, dan Flash. Kebutuhan tenaga dengan keahlian ini paling banyak
diperlukan oleh perusahaan-perusahaan di luar negeri, yaitu Amerika Serikat dan
Jepang.
15. Corporative
Design
Jika anda mengambil jurusan desain grafis saat kuliah,
maka pekerjaan sebagai Corporative Design akan menjadi posisi bergengsi yang
bisa diraih. Di sektor ini, anda harus menguasai semua keahlian yang pernah
dipelajari semasa kuliah, baik itu perancangan, produksi, print, pembuatan
logo, pengeditan, dan seterusnya. Anda harus mahir menggunakan semua software
desain grafis, mampu berkomunikasi dengan baik, dan merealisasikan keinginan
klien. Oleh karena itu, posisi ini bisa dibilang sebagai posisi paling penting
di perusahaan.
IV.
Elemen-elemen Dasar Desain Grafis
1.
Garis (Line)
Sebuah garis adalah unsur desain yang
menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa
berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah
unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Di dalam duni a
komunikasi visual seringkali kita menggunakan dotted line, solid line, dan
garis putus-putus.
2.
Bentuk (Shape)
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter
tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle),
lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).
3. Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari
suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada
prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan
benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas,
dan lain sebagainya.
4. Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan
bentuk lainnya, pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek
estetika desain dan dinamika desain grafis. Dalam bentuk fisiknya
pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure)
dan latar belakang (background).
5. Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang
mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda
dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda
sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.
6. Warna (Color)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek
desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan
pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas.
V. Skala,
Rasio dan Manipulasi
1. Skala
Skala adalah ukuran relatif dari suatu obyek, jika dibandingkan
terhadap obyek atau elemen lain yang telah diketahui ukurannya (Kusmiati,
1999:14). Skala berhubungan dengan jarak pandang atau penglihatan dengan
unsur-unsur yang telah dimunculkan (faktor keterbacaan). Skala juga sangat
berguna bagi terciptanya kesesuaian bentuk atau obyek dalam suatu desain.
2. Golden Ratio
Dalam Desain Grafis, Golden Ratio menunjukkan keberadaannya cukup
banyak diberbagai karya digital visual, tidak berbeda jauh dengan rasio emas
pada karya seni rupa ataupun arsitektur. Golden ratio dalam desain grafis juga
hadir dalam memberi keseimbangan dalam komposisi estetika.
3. Manpulasi
Dalam kehidupan sehari-hari, kata manipulasi sudah tak asing
lagi. Dalam kehidupan kita, manipulasi adalah suatu bentuk rekayasa, penipuan,
penambahan, pengurangan , penghilangan dalam suatu bagian atau keseluruhan
objek kenyataan, fakta-fakta ataupun sejarah yang dilakukan berdasarkan
sistem perancangan sebuah tata sistem nilai, manipulasi adalah bagian penting
dari tindakan penanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir, perilaku dan
kepercayaan tertentu.
VI. Tipografi
Tipografi
adalah suatu kesenian dan teknik memilih
dan menata huruf dengan
pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan
tertentu, guna kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Sejarah Tipografi
Sejarah
perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan piktogram.
Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang
jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada
sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan
menggunakan pena khusus.
Bentuk tipografi
tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan
akhirnya menyebar keseluruh Eropa.
Puncak
perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai
membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan
sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruria yang
merupakan penduduk asli Italia serta
menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.
Saat
ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga
mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi
menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf
yang ratusan jumlahnya.
Daftar Pustaka